Dirundung Kabut Aku si gabut Dirundung kalang kabut Yang tak berbuih Menjelma malam dengan tawar pada gemuruh tak berpintu Ya..? Entah kenapa semua terasa seakan begitu egois Mengejar tugas kala lengah menyabet genting Yang membuat genteng bergetar menggertak otak kerontang Sungguh kau.. Benar-benar keji Tak punya hati Dengan seribu ambisi mengambigu mimpi Oh, Tuhan.. Giring aku dengan kemudahan Agar jalan tak sampai berbalik menyeru Memudahkan heningku Dengan seribu lelehan hangat rembulan Kala mentari tersambut riang menusuk kalbu Mendekap Lalu Membisikkan ide yang tak terbilang Pada diri yang tertatih dalam kegabutan yang hakiki Putri Maharani Padang, 04 September 2021
Tragedi Tekanan Batin Buah pikiran Sisi Natia & Nada Febriani Syafira Laksana awan membungkuk menjatuhkan air mata, tergeletak diatas tanah Rinai hujan menggelitik kelopak mata Penyebab remang menangkap bayang,hingga Rona pipi menyelinap menusuk palung jiwa. Galaksi nan tertata rapi karam terkikis. Terkikis oleh derai kristal murni Hirap tenggelam diufuk barat Sukma saling bertaut siulan namun yang menyaut hanya diam membisu Asmaraloka kian menyelimuti ringkuhan hati Ambivalen anak adam kian menyeruak hingga ufuk langit Menyanyikan lagu syahdu nan menangkan kalbu Menyelundupkan detak jantung hinggap menusuk otak ku (Bingar suara hujatan ditumpangi sesosok iblis yang mondar mandir diberandaku Memadamkan kobaran dendam yang tak berkesudahan) Hingga cakrawala menari merayakan kemenangan hati Indonesia bagian barat 20 Oktober 2021 Nada dan Sisi ditempat,