Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2019

PINTA BUMI NUSANTARA

PINTA BUMI NUSANTARA  Oleh: Wulan Derap langkah menelusuri jalan yang tak bertepi Merasakan hening yang enggan menanti Berharap-harap pasti Di sudut kamar yang sepi Tentang kedamaian negeri dan ketentraman hati Melihat drama ini Mencari-cari Seolah-olah Kebingungan, kebingungan Kemana ? Kemana saudaraku ? Yang penuh cinta kasih di bumi nusantara ini Tersadar Berharap secercah harapan Ukhuwah yang selalu terjaga Perbedaan tak lagi menjadi perdebatan Jarakpun hanya pemisah raga semata Kalimat ta'aruf, ta'aluf, tafahum, tafaqud, dan ta'awun Menjadi pembuka hati bagi umat Maka Jangan kau cipta segala permusuhan Kemudian memecah belah kebersamaan Buanglah semua nafsu belaka Untuk mempererat ukhuwah nusantara Genggam erat ukhuwah ini Agar senantiasa selalu abadi Pengobat luka didalam hati Hingga terjaga sampai mati Tanjung Pinang 7 September 2019

Puisi DI BALIK WAKTU

🎤 HN Janah 📝 Bydi 🎬 C. Michelle Di balik waktu Di tepian lara kau tenggelam bersama asa coba merajutnya menjadi rasa Bersama dia telanjangi dunia Menapaki bumi dengan penuh tawa Itu yang kau temui Dari perjalanan rindumu arungi waktu Hanya untuk mencari dirimu yang kau cari Hingga kau terbelenggu diantara waktu Bersama lamunanmu kau menikmati Canda tawamu yang selalu kau puja Bersama dirinya diantara lorong waktu Untuk menikmati dirinya yang masih kau miliki Bydi Batam 2018

PUISI KOLABORASI

Menujumu Lelah pun Telah tumpah Di sepanjang jalan Memar dan lebam Tubuh ini Tak kurasakan Aku, hanya ingin pulang Kepadamu yang rumah Lalu rebah Di pelukmu, sayang Kemarilah Memar dan lebam Tubuhmu Aku bisa rasakan Merebahlah Dalam pelukku Kan kuberikan kasih yang amat asih Untuk mengobati perihmu Kini Kita saling mengobati satu sama lain Kau mendekap perih Aku membungkam rintih Kita akan terus lalui Berbagai halang rintang Asam manisnya kehidupan Tetap bersama 🎤 Irwanesia Ft. C. Michelle 🎬 C. Michelle

Puisi Hilang - Faiz Januzaj

  Hilang Faiz Januzaj Dulu ku punya bintang Ia terang sekali Kerlap kerlip Mengisyaratkan suka dan dukanya Bintang itu selalu kujaga Ku ajak tertawa Senyum manja melepas nestapa Kini bintangku telah redup Termakan romansa yang kian rapuh Tak terlihat lagi sinarnya Demi garis tawa yang terputus Bintangku telah hilang Lelap Lalu mati Tasikmalaya, September 2019.

PUISI UNTUK HABIBIE #3

Pesawat Kertas : Bacharuddin Jusuf Habibie Seorang anak kecil membuat pesawat terbang Dari kertas yang bertuliskan sajak-sajak kecil Dilipatnya pesawat tersebut Dan diterbangkannya ke atas Pesawat kertas mendarat dengan mulus Pada kota Berlin Anak kecil kebingungan Mendapati pesawatnya belum pulang "Bagaimana jika pesawatku diambil orang?" Kebingungan menjalar di dirinya Suatu senja yang ranum akan layung Pesawat kertas kembali padanya Ada bulan sabit tercipta Dari garis mulutnya itu Anak kecil ingin menerbangkan lagi Pesawat kertas yang telah kembali Jauh terbang ke langit Dan menyisakan kata-kata yang berceceran Di lantai-lantai keramik Rumah sakit Bandung 2019, -titik_remang #TerimakasihHabibie

PUISI UNTUK HABIBIE #2

Setengah Tiang Sejenak diam lalu tangis memecah Angin yang menggebu kencang menjadi diam sesaat Seakan mengerti Kalimat perpisahan harus terucap Iringan doa kian melesat Bersama deru air mata memaksa untuk rela Turunkan bendera setengah tiang! Hormat dan terimakasih Kan beriringan #TerimakasihHabibie

PUISI UNTUK HABIBIE

PUTRA TERBAIK NEGERI Mengharumkan bangsa Di mata dunia Terbelalaklah mata akui kecerdasannya Santun berkata penuh wibawa Siapapun hormat padanya Burhanuddin Yusuf Habibi Tinggalkan wasiat mulia nan murni Mengguncang mata hati berkali-kali Wasiat abadi dalam kedudukan yang tinggi Adakah hati masih keras tak mau mengerti Tak diragukan kejeniusannya Pesawat terbang dibuatnya Kesuksesan dunia diraihnya Kekayaan jiwa dan raga di genggamnya Bumi Indonesia harum olehnya Di puncak segala nikmat Menguasai timur dan barat Terselip dalam indahnya nasihat Dalam sunyi tafakkur menuju selamat Memilih agama, jalan kedamaian menuju akhirat Terimakasih kami padamu Begitu dalam nasihatmu mengukir di kalbu Sungguh wasiat ini, terbaik di akhir hayatmu Agar kami mengutamakan agama selalu Pancaran ilmu dari kejujuran sanubarimu Jombang, 12 September 2019 YAQ #terimakasihhabibie

Kerajaan Puisi: "We, Born!"

Halo coy, salam santun, salam sapa, dan salam kenal untuk semuanya. Mumpung harga salam belum naik, kayak harga susu yang melambung tinggi kata bang Iwan Fals, jadi ye salamnya banyak. "Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima, dan penyusunan bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna" Ya, itulah pengertian puisi secaara umum yang kami comot (read: copas) dari https://id.m.wikibooks.org. Tuh gue kasih link biar gak dikira berplagiat, ntar bisa di demo ama pedagang siomay, bakwan Malang, tahu bulat lima ratusan kempes Lanjut aja dahh .... Pada kesempatan yang berbahagia, sejahtera, aman dan sentosa ini, para punggawa dari komunitas Kerajaan Puisi akan membuat suatu historis yang pada jaman now sudah banyak yang lupa sejarah. Well ini akan gue kenalin ke sebuah komunitas sastra, komunitas puisi lebih tepatnya, menurut banyak orang dianggap karya cengeng, padahal secara kodrat irodat pada dasarnya setiap manusia...