Dirundung Kabut Aku si gabut Dirundung kalang kabut Yang tak berbuih Menjelma malam dengan tawar pada gemuruh tak berpintu Ya..? Entah kenapa semua terasa seakan begitu egois Mengejar tugas kala lengah menyabet genting Yang membuat genteng bergetar menggertak otak kerontang Sungguh kau.. Benar-benar keji Tak punya hati Dengan seribu ambisi mengambigu mimpi Oh, Tuhan.. Giring aku dengan kemudahan Agar jalan tak sampai berbalik menyeru Memudahkan heningku Dengan seribu lelehan hangat rembulan Kala mentari tersambut riang menusuk kalbu Mendekap Lalu Membisikkan ide yang tak terbilang Pada diri yang tertatih dalam kegabutan yang hakiki Putri Maharani Padang, 04 September 2021
Hanya wadah untuk berpuisi